Energi 5 Elemen: Rahasia Kesehatan Naik Sepeda

Naik Sepeda untuk Menjaga Kesehatan

Oleh: Aleysius H. Gondosari

Setelah saya menulis artikel tentang kesehatan berjalan kaki, teman saya yang sekarang hobi naik sepeda bertanya tentang manfaat kesehatan bersepeda. Secara kebetulan, teman saya Ali Akbar juga mengirim fotonya di Facebook sewaktu ia sedang berpose naik sepeda di depan tempat penyewaan sepeda miliknya. Saya jadi ingat lagi bersepeda ria ke sekolah sewaktu masih SMP dan SMA. Nah, apa saja manfaat naik sepeda?

 

Manfaat Naik Sepeda pada Energi 5 Elemen:

Dari analisa energi 5 Elemen, naik sepeda menyehatkan 4 elemen, yaitu elemen keempat Udara, elemen ketiga Api, elemen kedua Air, dan elemen pertama Bumi. Indeks Manfaat secara keseluruhan mencapai +12 dengan bersepeda santai selama 15 menit. Indeks Manfaat pada elemen Udara = +3, pada elemen Api = +3, pada elemen Air = +3, dan pada elemen Bumi = +3.

Pada elemen Udara, jantung dan paru-paru akan bertambah sehat. Pada elemen Api, hati, arteri, dan vena akan bertambah sehat. Pada elemen Air, darah, ginjal, pankreas, dan otot juga akan bertambah sehat. Pada elemen Bumi, tangan, kaki, dan tulang akan bertambah sehat.

 

Cerita Tentang Sepeda:

Beberapa waktu yang lalu, saya juga pernah menulis artikel tentang manfaat wortel. Istri saya mendapat seorang pasien yang diantar oleh kakeknya yang berusia 87 tahun. Sang kakek masih sehat, matanya masih terang, dan masih bisa naik sepeda ke mana-mana. Jadi selain mengonsumsi wortel, sang kakek juga senang naik sepeda.

Kakek saya meninggal dalam usia 92 tahun, setelah sakit tua selama 1 bulan. Beliau juga senang naik sepeda, dan masih kuat bersepeda pada usia 90 tahun.

Saya pernah mengunjungi kota Saga, kota kelahiran Oshin, yang terletak di pulau Kyushu. Kota Saga berjarak kira-kira 2 jam naik mobil dari kota Fukuoka. Ini adalah kota pertama yang saya kunjungi waktu ke Jepang. Waktu itu saya mendapat tugas pelatihan dari perusahaan. Sebelum tiba, saya membayangkan Jepang sebagai negara yang modern, dan Saga adalah kota modern dengan banyak kendaraan bermotor. Ternyata Saga adalah kota kecil yang tenang, asri, dengan air sungai yang jernih, dan banyak orang yang bersepeda, terutama wanita. Mereka pergi bekerja dengan sepeda yang tersusun dengan rapi di tempat-tempat parkir.

Waktu saya ke Shang Hai, pemandangan yang hampir sama juga terlihat. Shang Hai telah berubah menjadi kota metropolitan dan salah satu kota terpadat dalam waktu beberapa tahun terakhir ini. Tetapi walau pun telah menjadi kota metropolitan, orang masih banyak bersepeda ketika pergi bekerja. Di sana tersedia jalur khusus untuk bersepeda. Selain mengurangi polusi di kota, sepeda juga menghemat biaya transpor, serta menyehatkan orang-orang.

Saat ini sulit membayangkan orang pergi bekerja dan anak-anak ke sekolah naik sepeda di Jakarta. Selain tingkat polusi yang tinggi, juga sangat berbahaya bagi mereka untuk bersepeda. Sebab tidak ada jalur khusus untuk sepeda seperti di kota-kota luar negeri.

Saya membayangkan, bagaimana seandainya di Jakarta ada jalur khusus untuk pengendara sepeda seperti di kota-kota besar di luar negeri. Mudah-mudahan dengan bertambahnya kesadaran akan polusi, kesehatan, dan penghematan energi, Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia mulai memikirkan jalur khusus untuk pengendara sepeda.